Solo Traveling Yeahh Someday

Absolutely yeay buat saya.

why?

Dari dulu banget saya emang hobi plesir, klinong-klinong, kluyuran dan tema semacamnya. Saya lebih suka kalo traveling itu yang ransel daripada koper. Soalnya udah sama-sama nyoba sih ransel vs koper. Saya lebih tertantang dengan perjalanan memacu adrenalin daripada duduk-duduk dalam private bus dengan tour guide.

Saya lebih seneng nyasar bareng kawan dan bercanda menikmati kearifan lokal. Berlarian mengejar ketinggalan bus atau menunggu kereta datang sampai bahkan menginap di bandara.

Wahh, gimana ceritanya tuh kalo sendirian?

Yahh yang pasti juga seru abis dong. Kadang beberapa teman saya bahkan agak freaky melakukan kegiatan seorang diri. Pergi nonton bioskop sendiri atau nongkrong makan sendiri bisa jadi adalah krik krik moment. Tapi nggak tuh buat saya.

Saya ‘dulu’ sering kemana-mana sendiri. Kalau lagi bete (ceilee bete, abege banget sih), lagi sumpek atau males ngapa-ngapain itu saya malah lebih seneng keluar sendirian daripada ngajak temen. Kadang ngajak temen itu ribet juga kalau mau pergi. Bayangin, ada beberapa kepala dengan macam-macam ide, jadwal yang sering bentrok dan kebanyakan usulan yang jadi malah bikin acara cuma jadi wacana. Ngga sekali dua kali sih kaya gini. Kalau mau sendrian enak loh, kepingin ke mana ya tinggal berangkat. Ya gak?

Meskipun saya tidak menyangkal kalau pergi bareng kawan itu juga enak banget. Siapa sih yang mau menikmati kebahagiaan seorang diri? Siapa sih yang ngga mau berbagi cerita, berbagi suka duka perjalanan? Enak loh kalau ada temen yang bisa ada yang diajak susah bareng. Hahay.

Apalagi perjalanan bersama keluarga itu juga ngga kalah seru. Perjalanan bersama membawa balita emang beneran rempong. Bohong kalau saya bilang, mengajak balita itu tidak merepotkan. Tapi disinilah serunya. Gimana mengatasi balita agar tidak crancky, makan tetap teratur, mengatasi tantrum atau remeh temeh membawa baju ganti kemana aja. Yang jelas balita nggak bisa jalan ala koper. Eh ngga tau ding. Pingin juga sih nyobain ngajak anak-anak nge-ransel. Emang tapi kami belum pernah jalan bareng jauh-jauh sih.

Terlepas dari hukum safar yang tidak memperbolehkan seorang wanita bepergian sendirian tanpa mahram lebih dari 3 hari. Kesannya kok ya bandel amat pingin tetep ngeyel pergi sendirian. Eh tapi saya ini anak rantau loh. Kerja aja merantau, sekolah juga merantau, nggak tanggung-tanggung loh pemirsah, tiga tahun. Jadi kalau mau solo traveling tiga hari aja yah bagi saya bukan perkara besar.

Yang jadi perkara besar adalah mengantongi ijin suami. Ini yang perlu nego alot. Yang jadi perkara besar adalah nyinyiran netizen. Bisa jadi orang tua dan mertua nih yang malah sewot. Atau nyinyiran kanan kiri kaya, “buset si Lintang tega bener ya jalan-jalan sendirian. Kaga inget anak apa?”, atau “etdah lakinya kerja pontang panting di lautan sekarang disuruh momong anak lagi, bininya kluyuran. Bener-bener nih si Lintang”, atau lagi “emang kaga seneng ya kalau jalan bareng anak, kok ya ga kepikiran anak di rumah udah makan apa udah mandi belum?” atau nih “jalan pake duit laki tapi lakinya kaga ikut, malah disuruh jaga bocah.” muahahahahahaha.

Woohh neti jahat lohhhh. Terlepas jargon ‘Ibu butuh me time’ yang menggema seantero jagat, saya juga mikir seribu kali mau pergi sendirian tanpa keluarga kecil. Saya pun masih punya nurani kalau harus meninggalkan anak-anak di rumah. Kadang ego juga harus di tingal sejauh mungkin demi memenangkan kesenangan. Meskipun suatu hari nanti saya ‘masih’ ingin mencecap bepergian seorang diri, merasakan solo traveling ‘lagi’ dan mengenangnya.

Saya juga ingin backpacking bersama belahan hati saya tercinta, berdua saja entah mendaki gunung, entah berkelana menjelajah pelosok desa, entah menikmati senja berdua. Yahh, lagi-lagi suatu hari nanti..

Sooo,

Do you have enough confidence now to travel alone?


Being Independent is good. But relying on yourself to strangers, that takes courage.

“Going alone is scary! There will be people who would do bad things to you!”, Oh yes, that’s what my grandmother said. Over and over again.

Whole my life, I was being told that the world is a scary place. Women should never go anywhere alone. Being single is not good. I should have a partner and live a comfortable life.

I have proved her wrong.

Travelling alone was the best experience I have ever had. I loved being on my own, depending on myself, and deciding what I want to do without having being told to from someone else. But I realise that all these times, I have never really done it by myself. I met wonderful people who took me into their lives, who would open their doors for me, who would care, listen, and understand what I have been through.

source


#challengeantologimasa

#challenge31

#solotraveling

#solobackpacking

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s